Senin, 07 Maret 2016

GoPro Stop Produksi Beberapa Kamera Aksi


Efisiensi, GoPro Stop Produksi Beberapa Kamera Aksi  


Amerika Serikat - Merek kamera aksi GoPro mengumumkan informasi rencana penghentian produksi beberapa produk mereka. Penghentian produksi ini terpaksa dilakukan berkenaan dengan pendapatan perusahaan pada kuartal terakhir 2015 yang tidak mencapai target.

Keputusan drastis yang dipilih GoPro untuk memperbaiki kondisi perusahaan adalah menghentikan produksi setengah produk mereka yang selama ini dipasarkan. Penghentian produksi ini akan dilakukan mulai April 2016, seperti dilansir Slashgear.com, Jumat, 5 Februari 2016.

Perusahaan tengah mengecilkan biaya produksi dengan mengurangi jumlah produk yang dibuat. Terhitung April, GoPro hanya akan memproduksi dan menjual Hero $ Black, Hero 4 Silver, dan Hero 4 Session. Sedangkan sisa produk lain tidak akan diproduksi kembali.

Ketiga produk ini akan dijual seharga US$ 500 atau sekitar Rp 6,7 juta untuk Hero 4 Black, US$ 400 atau sekitar Rp 5,4 juta untuk Hero 4 Silver, serta US$ 200 atau sekitar Rp 2,7 juta untuk Hero 4 Session.

Produk-produk GoPro selain ketiga produk tersebut masih tersedia dan dapat dibeli di berbagai toko ataupun situs resmi GoPro selama persediaan masih ada.

Meski mengumumkan rencana penghentian produksinya, GoPro juga tetap memiliki rencana produk baru ke depannya. GoPro tetap akan meluncurkan Hero 5 pada 2016 serta drone atau pesawat nirawak buatan perusahaan dengan nama Karma.
dikutip dari : TEMPO.CO

JUAL BELI KAMERA 

HUB WHATSHAP 087775678212

Senin, 08 Februari 2016

Kamera Tertipis di Dunia

Teknologi memang sudah semakin canggih dari tahun ke tahun, hal tersebut bisa dilihat dari makin banyaknya alat elektronik yang enciptakan produk-produk terbarunya, mulai dari smartphone, pc slim, atau bahkan kamera yang sekarang ini bisa dilakukan di dalam air. Namun, ada satu kamera yang mungkin terlihat sangat unik karena super tipis dan ringan layaknya kertas kardus.
Namanya terdengar agak aneh, yakni “Paper Like a Digital Camera”, atau bisa diartikan “Kertas Berbentuk Kamera Digital.” Produk ini memang sangatlah ringan karena hanya memiliki ketebalan sekitar 6mm saja.
Paper Like a Digital Camera (Amanz)

Paper Like a Digital Camera (Amanz)

Mungkin saja kamera ini bisa diklaim sebagai kamera tertipis di dunia. Dilansir dariNextren, Senin (25/1/2016), kamera unik ini hanya memiliki berat 43 gram saja dan panjang sekitar 6,8 cm, berisikan komponen-komponen kamera berukuran kecil yang dijepit di sepanjang kertasnya. Meski begitu, kamera ini tetap berfungsi layaknya kamera biasa.
Kamera ini mampu mengambil foto, bahkan merekam video. Untuk resolusinya, Paper Like a Digital Camera ini memiliki 1280×1024 dengan kapasitas 1,3 Mega pixel, sedangkan videonya berformat 720×480 30 FPS dan audionya berformat MP3. Hasil rekaman dari foto ataupun video pun bisa disimpan dalam micro SD. Selain itu, terdapat juga konektro USB untuk menggubungkannya ke laptop ataupun PC. Untuk hasil fotonya, bisa kamu lihat di bawah ini.

Hasil foto Paper Like a Digital Camera (Peta Pixel)Seperti yang bisa kamu lihat, hasilnya memang tidak sebagus kamera ponsel saat ini. Namun hasilnya bisa dibilang lumayan untuk sekadar iseng.

Mengenai harga, Paper Like a Digital Camera dipasarkan seharga 3.299 Yen atau sekitar Rp 400 ribu lewat sebuah situs e-commerce Jepang. Kamera ini tampaknya cukup diminati konsumen karena sempat terjual habis.
Bagaimana menurut kamu? Berminat memiliki kamera super tipis ini? (tom)
sumber :jadiberita.com

Bos Datascrip Optimistis Kamera Digital Masih Tak Tergantikan

Bos Datascrip Optimistis Kamera Digital Masih Tak TergantikanBANDUNG - Kecanggihan teknologi kamera ponsel semakin maju. Tapi kondisi ini tidak lantas mampu menggusur keberadaan kamera digital dalam dunia fotografi. Optimisme ini diyakini Canon Division Director PT Datascrip, Merry Harun.

"Secanggih apapun kamera ponsel, tetap tidak bisa menandingi kualitas kamera digital," jelasnya usai membuka Canon Image Square di Bandung, Selasa (15/12/2015).

Merry menjabarkan, untuk perbandingan dengan spesifikasi yang sama antara kamera ponsel  dan kamera digital, besarnya resolusi tidak menjadi satu-satunya patokan untuk mendapatkan hasil gambar terbaik. Kualitas pengambilan gambar dalam kondisi low light antara kamera ponsel dengan kamera digital akan jelas berbeda.

"Biar bagaimana pun image processing itu tetap menjadi hal penting dalan menghasilkan gambar berkualitas," katanya.

Meskipun begitu, Merry mengakui perubahan karakteristik pasar justru menggeser keberadaan kamera compact. "Untuk pengguna entry level, mereka banyak yang beralih ke ponsel. Tapi pengguna yang mengedepankan kualitas gambar, itu yang kita bidik," ujarnya.

Perusahaan mencatatkan di tahun ini penjualan kamera compact mencapai sebanyak kurang dari 500.000 unit. Melihat kondisi ini PT Datascrip sebagai distributor resmi Canon, menargetkan jumlah yang lebih rendah pada 2016 untuk penjualan kamera compact.

"Tahun depan kamera compact kami targetkan sekitar 400 sampai 300.000 unit," ucapnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan target penjualan kamera SLR, dimana tahun ini perusahaan menargetkan penjualan 200.000 unit dan di tahun depan justru meningkat 10%, menjadi 220.000 unit.

Merry menjelaskan, pada dasarnya pengguna yang membutuhkan kualitas gambar mumpuni serta penggunaan foto sebagai dokumentasi, akan selalu ada. "Itu merupakan pasar potensial menjual kamera digital dan bersaing dengan kamera ponsel," pungkasnya.
.sindonews.com

Inilah Perbedaan Kamera DSLR dan Mirrorless


JAKARTA - Kamera DSLR dan mirrorless, memiliki fungsi yang serupa yakni untuk menghasilkan pengambilan gambar secara apik. Namun buat pendatang baru di dunia fotografer ada beberapa hal yang dapat dijadikan pegangan, untuk membedakan diantara keduanya. 

Kelemahan DSLR pertama adalah sebagai kamera yang aslinya dirancang untuk dipakai dengan film. Saat teknologi digital merambah ke dunia fotografi, digital mendapat perlakuan yang sama seperti segulung film. 

Bahkan, secara mekanis ditempatkan di bodi yang sama, jadi hanya meneruskan kebiasaan lama dari masa teknologi film. Makanya, bentuk kamera DSLR tetap besar dan berat karena cermin di dalam kamera DSLR ukurannya harus sama dengan ukuran sensornya. Jadi makin besar sensor yang dipakai, makin besar pula cermin yang dibutuhkan. 

Kemudian pentaprisma yang dipakai untuk mengubah sinar vertikal ke sinar horisontal, pada viewfinder ukurannya juga sama dengan ukuran sensor, membuat bagian atas DSLR tampak besar.

Fotografer senior, Arbain Rambey mengatakan, dengan menghilangkan bagian cermin dan pentaprisma dari sebuah kamera, maka dinamai kamera Mirror-less. Produsen kamera, seperti Olympus, Sony, Panasonic, Canon mulai menyadari bahwa sistemmirrorless adalah jawaban untuk kamera masa depan. Bodinya ringkas, lebih kecil, kemampuannya luar biasa. 

“Mirror-less adalah masa kini, cermin di DSLR adalah warisan zaman film yang sudah usang. Adanya cermin, membatasi kecepatan pemotretan hanya maksimal 14 frame per detik,” ungkap Arbain.

Diantara sederet produsen kamera yang konsisten dan pioneer dalam mengembangkan kamera mirrorless, adalah Olympus. Brand ini memiliki teknologi yang dibangun khusus untuk digital photography dan tanpa crop factor dengan varian lebih banyak, baik kamera maupun lensa pendukungnya.

“Kami memiliki 2 tipe kamera mirrorless. Salah satunya adalah seri OM-D, dimana sasaran utama penggunanya adalah dari penggemar foto antusias sampai profesional. Saat ini kami memiliki E-M1, E-M5 Mark II dan E-M10. Tipe lainnya adalah seri PEN, dan salah satu konsep utamanya adalah lifestyle camera, kami memiliki E-P5, E-PL7 dan E-PL6," papar Manager Imaging Business Division, Southeast Asia and Oceania, Olympus Corporation of Asia Pasific Limited, Shinobu Ikuta.

Selain itu, Olympus juga memiliki berbagai lensa dengan kategori PRO, PREMIUM dan Standard. Untuk lensa PRO, baru-baru ini dihadirkan lensa ED 7-14mm f2.8 PRO dan ED 8mm f1.8 fisheye PRO di pasar ini. 

Dan Lensa PRO yang ada adalah ED 8mm f1.8 fisheye PRO, ED 7-14 mm f2.8 PRO, ED-12-40 mm f2.8 PRO dan ED-40-150mm f2.8 PRO. Juga lensa Premium, yaitu ED 75mm f1.8, ED 45mm f1.8, ED 25mm f1.8, ED 17mm f1.8 dan ED 12mm f2.0. 

"Kami sangat serius dalam mengembangkan teknologi mirrorless, karena Olympus selalu menyediakan teknologi terbaru untuk pasar," pungkas Ikuta.

Kamera Digital Leica X-U Bisa Diajak Menyelam

Kamera Digital Leica X U Bisa Diajak Menyelam

WETZLAR - Bagi pecinta fotografi, siapa yang tak kenal dengan kamera merek Leica. Merek yang terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan harganya yang mahal ini meluncurkan Leica X-U, kamera digital yang bisa digunakan dalam air.

Seperti dilansir dari The Verge‎, Kamis (21/1/2016), kamera ini mampu bertahan dalam air hingga 15 meter di bawah permukaan air. Selain itu kamera ini juga bisa digunakan dalam kondisi ekstrem, karena dilengkapi dengan fitur shock resistant, shatter proof serta mempunyai ketahanan terhadap debu.

Tak perlu khawatir, bila Anda beraktifitas outdor bahkan dalam kondisi hujan sekalipun. Untuk sensornya kamera ini menggunakan APS-C 16.5MP dikawinkan dengan lensa Leica Summilux 23mm/f.7. Leica X-U bisa digunakan hampir di segala kondisi walaupun dalam kondisi minim pencahayaan.

Seperti kamera sekarang, Leica X-U ini tidak mempunyai viewfinder. Bila ingin membidik objek foto bisa menggunakan LCD 3 inci yang ada pada bagian belakang kamera. Selain untuk foto, juga bisa merekam video Full HD pada kecepatan 30 fps.

Body kamera dilapisi dengan material anti slip. Layar LCD mempunyai lapisan pelindung, sementara itu tombol shutter terintegrasi dengan body kamera. Pada slot baterai dan memory card dilindungi dengan sistem double locking.

Sudah pasti kalau berbicara masalah harga jangan kaget, Leica X-U yang rencanannya akan dipasarkan akhir Januari ini dibanderol dengan harga USD 2.950 atau sekitar Rp41 juta.
Dony lesmana/sindo


 
pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less

pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less

Kamis, 16 Oktober 2014

belajar fotografi mudah dan simple tertarik yuk..simak..!!

teknik memotret agar tampak mahir bukan amatir...



menggunakan REFLEKTOR

Tips Fotografi - Penggunaan reflektor bisa sangat membantu ketika memotret diluar ruangan dengan kondisi cahaya yang sangat terang, dan tentunya bisa memandu Sobat untuk memastikan bahwa foto kalian terekspose dengan benar.


Tantangan paling besar ketika memotret Portrait diluar ruangan adalah bagaimana memastikan wajah subyek mendapatkan cukup cahaya. Anda seringkali akan mendapati bayangan kuat pada area-area wajah yang tidak terkena cahaya secara langsung, seperti bayangan yang menghilangkan beberapa tekstur serta fitur wajah karena terlalu gelap. Biasanya berada pada sisi bagian bawah wajah (dagu, hidung dan lain-lain).

Penggunaan reflektor akan membantu dalam hal ini. Reflektor akan memantulkan cahaya alami ke area wajah yang gelap dikarenakan bayangan, dan penempatan reflektor yang baik biasanya berada dibawah wajah subyek sehingga akan memantulkan cahaya keatas ke area wajah yang hitam terkena bayangan.

Tempat yang tepat untuk menggunakan reflektor adalah diluar ruangan dan jangan menggunakannya ketika memotret indoor, kecuali jika Sobat memotret di dekat jendela yang lebar, dan menggunakan reflektor tersebut untuk memantulkan cahaya yang masuk melalui jendela. Reflektor tidak cukup bagus jika dikombinasikna dengan flash didalam ruangan, karena flash tidak selalu digunakan dengan kekuatan penuh.

Reflektor pada umumnya memiliki Dua warna, perak dan Emas. Setiap warna memberikan nuansa warna yang berbeda. Perak atau Silver memberikan pantulan cahaya yang terang dan lebih putih, sedangkan warna Gold atau Emas menawarkan warna yang lebih hangat dan halus.

Reflektor bisa ditemukan dengan berbagai bentuk serta ukuran, bahkan banyak reflektor yang bisa dilipat sampai berukuran kecil sehingga mudah dalam mobilitas. Jika Sobat masih belum mampu untuk membeli reflektor, cobalah untuk menggunakan styrofoam yang lebar. Penggunaan reflektor dengan efektif akan membutuhkan sedikit latihan tetapi seperti pada semua aspek fotografi bahwa eksperimen merupakan salah satu kunci keberhasilan. Cobalah dengan benar dan rasakan perbedaan dalam hasil foto kalian.

Cahaya Dan Fotografi

Belajar Fotografi - Cahaya merupakan elemen yang paling penting dan sangat diperlukan dalam fotografi. Cahaya yang tepat akan memberikan 'soul' pada foto-foto Sobat, sedangkan jika salah dalam mengatur pencahayaan, bisa dipastikan akan menghancurkan hasil foto kalian. Fotografer pemula sering kali hanya terfokus pada subyek serta komposisi untuk menghasilkan foto yang bagus, padahal jika mereka sadar apa yang bisa dilakukan oleh cahaya maka foto-foto tersebut bisa mengalami peningkatan secara kualitas. Beberapa pendapat menyatakan bahwa untuk menilai kualitas sebuah hasil foto adalah dengan melihat bagaimana cahaya digunakan untuk menghasilkan foto tersebut.
Nirvana's not an emptiness...:)))  much better in original size (press L)



Untuk Melihat cahaya serta dampaknya terhadap frame kalian, setidaknya sobat harus melihat dan menilainya pada frame yang ada di viewvinder atau LCD kamera. Sobat harus melihat bagaimana cahaya berinteraksi dengan elemen-elemen yang ada di dalam frame. Apakah cahaya membuat subyek mudah dilihat, atau malah mengaburkannya? Apakah cahaya membuat pemandangan menjadi datar? Apakah cahaya yang datang terlalu keras dan cenderung tidak menarik? Apakah menurut sobat subyek akan tampak lebih bagus dengan sumber cahaya lain? Apakah cahaya tersebut lembut dan tersebar? atau apakah cerah serta intens? Apakah cahaya memiliki karakter hangat keemasan, atau bahkan mungkin memiliki warna yang tidak kalian inginkan?

Gunakan LCD pada kamera kalian (jika punya) untuk melihat apa dampak cahaya pada gambar yang akan diambil oleh kamera. Ketika Sobat tidak mendapatkan cahaya yang bagus, pertimbangkan cara lain yang bisa memperbaiki hasil foto kalian, atau jika tidak cari waktu lain untuk kembali memotretnya. Lebih banyak Sobat mencoba memanfaatkan cahaya, maka lebih baik pula foto yang kalian hasilkan.

 

CAHAYA BAGUS = Foto yang lebih baik

Fotografi digital adalah tentang menangkap cahaya pada sensor gambar, lebih bagus cahaya maka potensi foto bagus akan semakin besar. Kualitas cahaya itu sendiri sangat beragam dari ketika matahari terbit di pagi hari sampai terbenam di sore hari. Awan yang bergerak cepat juga bisa merubah kualitas cahaya dari detik ke detik.


Green Bridge
Menikmati setiap jepretan pada subyek dengan berbagai karakter cahaya dan kemudidan melihat hasilnya adalah cara terbaik untuk mempelajari cahaya mana yang tepat bagi subyek foto kalian. Seperti yang kita ketahui semuanya bahwa salah satu keuntungan fotografi digital adalah kemudahan untuk me-review ulang foto-foto kita tanpa biaya tambahan dan pemrosesan, dan sobat bisa dengan mudah membandingkan hasil foto tersebut di LCD atau komputer. Satu hal yang patut diingat adalah cahaya bagus tidaklah konstan, terkadang Sobat harus menunggu momen yang pas untuk menghasilkan foto yang sempurna, atau kalian bisa saja kembali ketempat yang sama untuk memotret sebuah subyek, dikarenakan cahaya kurang bagus ketika pertama kali memotret di tempat tersebut.

 

Memotret saat Sinar Matahari bersinar terang

Cahaya langsung yang berasal dari matahari bisa membuat sebuah foto tampak sempurna atau bisa jadi terasa mengerikan ketika menerangi subyek foto kalian. Memotret dengan kondisi cahaya matahari yang terang sebagai sumber cahaya utama merupakan sebuah tantangan yang besar, mengingat cahaya matahari cenderung kuat. Bisa dipastikan karakter cahaya seperti ini akan menghasilkan foto yang buruk pada subyek apapun. Sinar matahari di siang hari bisa mencitakan kontras yang kuat dengan highlight yang sangat terang serta bayangan gelap. Satu kunci untuk memahami cahaya matahari disiang hari adalah dengan mengerti pentingnya bayangan. Bayangan di tempat yang tepat bisa menciptakan sebuah pemandangan yang kuat dan dramatis. Bayangan yang berada di tempat salah bisa mengakibatkan sebuah subyek atraktif menjadi jelek meskipun dengan komposisi terbaik sekalipun.
Aspek kunci dari sinar matahari siang hari adalah mereka memiliki arah yang sangat kuat. Hal ini berarti bahwa hanya dengan merubah sedikit saja posisi kamera akan memberikan cahaya baru, karena cahaya menerangi subyek dari angle berbeda berkaitan dengan posisi kamera. Dalam beberapa kasus hal tersebut cukup untuk merubah pencahayaan buruk menjadi bagus.

 

Memotretlah di tempat teduh untuk cahaya lebih lembut

Salah satu cara ketika berhadapan dengan cahaya matahari yang kuat di siang hari serta bayangan jelek adalah dengan mencari naungan bagi subyek foto kalian. naungan tersebut merupakan cahaya terbuka tanpa kontras dari cahaya matahari, dan ini berarti cahaya tidak menyebabkan bayangan yang jelas serta highlight. Arah cahaya akan membuah subyek foto Sobat menjadi terlihat lebih tiga dimensi.

Naungan atau tempat teduh ini biasanya berlaku khususnya bagi orang dan bunga. Sobat bisa dengan sengaja mencari subyek-subyek potret yang berada di bawah naungan teduh atau juga bisa menempatkan mereka di bawah naungan, atau jika memungkinan, Sobat bisa menaungi subyek itu sendiri. Mintalah orang lain berdiri untuk menghalangi sinar matahari, bisa juga sobat menggunakan jaket dan kursi untuk menciptakan naungan. Cobalah bereksperimen untuk membuat naungan bagi subyek foto kalian ketika memotret di siang hari yang cerah.

Pastikan Sobat mengatur white balance ke mode 'shade' pada kondisi seperti ini. 'Shade' mengandung banyak sekali unsur cahaya biru yang berasal dari langit, dimana kamera sering kali menonjolkan warna ini. Pengaturan white balance ini menghilangkan cahaya biru tersebut, dan pengaturan white balance 'Auto' seringkali tidak konsisten di tempat teduh.

 

Manfaatkan GOLDEN HOUR

Golden hour merupakan waktu ajaib ketika matahari ada di posisi rendah dekat dengan horizon dan memberikan cahaya yang memiliki karakter warna keemasan, hangat, tetapi hanya akan ada selama Satu jam atau kurang sebelum matahari terbenam. Meskipun sunrise dan sunset menawarkan karakter cahaya seperti ini, biasanya sunset atau matahari tenggelam lebih menawarkan cahaya yang lebih hangat serta mempesona.
Evening

Cahaya seperti ini merupakan cahaya klasik bagi para fotografer profesional yang bekerja di National Geographic atau para sinematografer di perfilman. Cahaya ini akan tampak bagus di hampir semua angle, tetapi cahaya yang kaya warna dan tonal terbaik seringkali datang ketika cahaya berada di samping atau menerangi subyek dari depan. Cahaya siang hari yang menerangi bagian depan pasti akan membuat subyek foto tidak menarik, sangat bertolak belakang dengan saat matahari hampir tenggelam

 

Kendalikan cahaya menggunakan REFLEKTOR

Salah satu aksesoris fotografi yang sangat membantu dan jauh dari kata mahal adalah reflektor. Sobat bisa menggunakan baik itu yang bewarna putih, atau putih abu-abu untuk memantulkan cahaya natural lembut ke permukaan subyek foto kalian. Reflektor bisa beralih fungsi untuk menghalangi cahaya, dan membuat naungan yang efektif untuk mengurangi intensitas cahaya serta kontras tinggi yang berasal dari cahaya langsung siang hari. Reflektor portable yang diperuntukan bagi aktifitas fotografi biasanya bisa dilipat sampai dengan sepertiga bagian dari ukuran maksimal ketika terbuka penuh. Reflektor biasanya ada dua sisi, satu sisi bewarna putih dan lainnya bisa bewarna perak, emas atau perunggu
Reflektor digunakan terutama untuk menambahkan cahaya ke wajah subyek pada fotografi portrait. Sobat selain untuk menambah bayangan bisa juga menggunakan reflektor untuk menambahkan tone warna yang hangat dengan menggunakan sisi warna emas. Reflektor dengan warna perak bisa digunakan pada subyek yang backlit dengan memantulkan lebih banyak cahaya ke dalam bayangan guna mengangkat lebih banyak detail subyek. Reflektor juga bisa digunakan bersama dengan flash serta cahaya yang lain.

 

FILL FLASH pada bayangan kasar

Cahaya terang matahari bisa menyebabkan cahaya kasar pada wajah, dengan bayangan gelap disekitar mata atau pinggiran topi. Satu solusi bisa dilakukan ketika menghadapi kondisi subyek yang seperti itu. Kamera digital saat ini memudahkan kalian untuk memaksa flash digunakan untuk mengisi bayangan kasar tersebut. Beberapa kamera bahkan memiliki fitur pengaturan "fill flash", tetapi yang harus sobat lakukan adalah menyalakan saat memotret, dan cahaya flash akan menerangi bayangan gelap tersebut serta mengangkat detail subyek lebih banyak lagi.

Teknik fotografi ini hanya berlaku pada subyek yang berada cukup dekat dengan kalian, meskipun itu juga tergantung dari berapa kuat cahaya flash yang dimiliki oleh kamera. Fill flash biasanya bekerja dengan baik pada jarak kurang dari 8 sampai 10 kaki. Fotografer profesional sering kali menggunakan aksesoris flash untuk menambah kekuatan flash untuk jarak yang lebih jauh. Fill flash membatasi penggunaan shutter speed.

 

Rubah arah cahaya dengan melepas flash dari kamera

Flash pada kamera juga memiliki keterbatasan, dan cenderung menghasilkan cahaya yang datar dengan bayangan dibelakang subyek, serta seringkali menghasilkan 'red-eye' pada subyek foto kalian. Sobat bisa menghindari masalah-masalah tersebut dengan melepas flash tersebut dari kamera kalian. Untuk DSLr ini berarti sobat harus menggunakan aksesoris flash tambahan seperti extention cable atau bisa juga menggunakan wireless.

Sobat tidak perlu meletakkan flash jauh dari kemera agar menghasilkan foto yangbagus, pegang flash dengan satu tangan di samping dan arahkan pada subyek, maka bayangan yang dihasilkan akan lebih atraktif dibandingkan cahaya flash dari depan. Sobat bisa juga mengarahkan flash pada tembok putih atau sebuah reflektor untuk membuat cahaya dari samping yang lebih soft.

 

Gunakan BOUNCE FLASH untuk pencahayaan di dalam ruangan

Cara lain untuk membuat cahaya lebih atraktif dari sebuah flash adalah dengan memantulkan cahaya tersebut ke dinding, atap, atau reflektor. Dengan memantulkan cahaya tersebut maka berarti cahaya akan tersebar, lebih lembut dan lebih tampak alami atau natural. Sobat membutuhkan sebuah flash yang bisa diarahkan ke dinding atau atap, sudah banyak beredar di pasaran flash yang bisa dirubah arah cahayanya, atau jika tidak Sobat bisa memengang flash tersebut seperti cara yang sudah disampaikan diatas.

Bounce Flash menyerap cahaya yang berasal dari flash. Sobat memerlukan flash yang lebih kuat ketika berada di ruangan yang memiliki atap tinggi dan jauh dari flash. Berhati-hatilah agar sobat tidak berada terlalu dekat ketika memotret subyek dengan bounce flash ke langit-langit ruangan, atau SObat akan mendapati bayangan gelap di bawah mata subyek. Perhatikan juga warna dinding atau langit-langit, jika sobat memantulkan pada permukaan yang bewarna maka warna tersebut akan muncul juga di subyek kalian. Mungkin akan terlihat bagus pada dinding yang bewarna hangat, tetapi pasti akan terlihat mengerikan jika dinding tersebut bewarna hijau.

Sumber http://www.infotografi.com/2013/12/membangun-studio-fotografi-sederhana.html



TIPS MEMOTRET MODEL
ANGLE & POSE

Tips Fotografi - Beberapa artikel InFotografi yang lalu membahas tentang perangkat apa saja yang Sobat butuhkan untuk membangun sebuah studio fotografi sederhana. Nah, setelah Sobat telah men-setting semua kebutuhan serta kamera, maka kalian siap untuk memulai memotret. Mungkin Sobat akan mulai merasakan tantangan terbesar saat memotret model, bukan pada masalah teknis, melainkan karena mau tidak mau Sobat harus mengatur pose model kalian.
Alexi "Studio" Setup Shot
Photo: Dendy
Bagi banyak fotografer ketika menghadapi hal ini sedikit banyak akan merasa lebih tertarik memotret landscape daripada berhadapan dengan model yang notabene adalah saudara, teman atau non-profesional model lainnya, kenapa? Yah.. karena kalian harus memberikan instruksi bagaimana mereka harus berpose. 


Kali ini InFotografi akan memberikan beberapa tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama kalian sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sobat sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.

Hal yang terpenting bukan saja bagaimana pose model kalian. Sobat juga perlu mempertimbangkan angle kalian sendiri, ketinggian kamera saat memotret tentu memberikan dampak tersendiri bagi hasil akhir foto kalian bukan? Berikut ini adalah Tiga angle yang bisa kalian gunakan dan hasil foto akhirnya:

Photo: N-Photo

1. Angle Tinggi
Posisi kamera yang sedikit lebih tinggi dari model/subyek seringkali bisa memberikan hasil yang lebih menarik. Pada umumnya akan membuat wajah model lebih kurus. Perhatikan bahwa bagian leher dan rahang terlihat lebih jelas, jangan memposisikan kamera terlalu tinggi, karena posisi tersebut akan sedikit terlihat aneh.

2. Angle Sejajar (Eye Level)
Angle Eye level dengan pencahayaan yang tepat bisa digunakan pada banyak kondisi. Perhatikan bahwa ketinggian kamera akan berdampak pada bagaimana hasil foto portrait kalian. Layar LCD kamera kalian memiliki peran penting untuk membantu kalian mereview kembali hasil akhir foto. Jika tinggi badan Sobat lebih rendah dari model, maka gunakan kotak atau tangga kecil untuk mencapai ketinggian yang pas.

3. Angle Rendah
Prinsip angle rendah pada umumnya adalah: semakin rendah angle yang kalian gunakan maka akan berkurang juga daya tarik foto portrait kalian. Angle ini tidak membuat subyek kalian semakin ramping! Angle ini sering digunakan untuk foto-foto coorporate, dimana para pemimpin atau direktur perusahaan tersebut bisa mendapatkan kesan besar dan berkuasa.

Berikut ini adalah Tiga pose klasik yang mampu memberikan hasil yang menarik

 

Pose Wanita


Pose pertama dimana subyek hanya berdiri 'biasa' tidak akan menghasilkan foto portrait yang menarik. Mintalah mereka sedikit menggeser separuh badan mereka ke belakang sehingga menampilkan tiga perempat badan mereka. Pose tersebut akan jauh lebih menarik. Menambahkan bagian tangan ke dalam frame juga bisa menjadi komposisi yang menarik. Tetapi ingat! Tangan jangan terlalu dominan, ukuran tangan bisa hampir sama dengan wajah, sehingga berpotensi sebagai distraction.

Pose Pria

 Photo: N-Photo

Sama halnya seperti pose wanita diatas, pose dengan hanya berdiri tidak akan berhasil menyajikan daya tarik. Minta model pria kalian untuk memindahkan kaki satu langkah kedepan dan juga berat badan sedikit condong ke depan. Pose ini selbih memberikan nuansa dominan serta maskulin. Selipkan satu tangan ke dalam saku celana dan kalian akan mendapatkan pose yang lebih menarik. 

Pose Berpasangan

  Photo: N-Photo

Pose pasangan akan relatif lebih rumit dibandingkan Dua pose diatas, Sobat diharuskan memberikan beberapa pendekatan berdasarkan pada ukuran serta bentuk subyek kalian. Prinsip dasarnya adalah kedua pose diatas masih bisa berlaku di pose couple ini. Foto sejajar bersebelahan dan menghadap kamera tidak akan memberikan foto yang menarik, dan dilain sisi foto yang menunjukkan tiga perempat badan bakal jauh lebih menarik. Lakukan ujicoba dengan bagaimana mata berinteraksi. Mata yang saling memandang bisa memberikan hasil foto yang bagus.

Selamat mencoba!

Sumber http://www.infotografi.com/2013/12/membangun-studio-fotografi-sederhana.html










Photo Face Off: Indonesia (Watch Now)

Rabu, 18 Juni 2014

GABUNG BERSAMA KAMI NIKMATI KEMUDAHANNYA

Terima kasih Anda telah datang untuk mengunjungi BLOG kami Pusat servis Camera Bekasi.blog Pusat servis Camera Bekasi hadir untuk Anda para fotografer baik pemula maupun profesional yang membutuhkan jasa service beragam jenis Kamera, Handycam, dan perlengkapan fotografi lainnya yang terjamin kualitasnya.
Jaminan mutu terbaik akan perawatan dan Service Kamera Anda. Dengan pengalaman selama 5 tahun, kami siap mengatasi segala solusi permasalahan Kamera Anda dengan baik dan terjamin.
Selain penawaran produk kamera dan perlengkapannya, kami juga menyediakan layanan service yang berkualitas untuk kamera kesayangan Anda. Hasil service kami sudah diakui secara luas karena selain pelanggan lokal, kami juga sudah menangani service untuk beberapa pelanggan luas(luar kota)(otlet camera seluruh  nusantara). Kami selalu menyediakan pelayanan yang profesional dengan penanganan dari teknisi-teknisi kami yang berpengalaman di bidangnya. 



.BEKASI KOTA
alamat : Jalan Kalibaru Timur 18, telp 087775678212

Dekat fly over Kranji (jalur koasi 31A) persis di samping sekolah Patriot.



Untuk Wilayah yang ada di INDONESIA, seluruh provinsi dapat terlayani dengan mengirimkan barang kealamat : Kalibaru timur no 18, (samping sekolah Patriot) 


DIJUAL CAMERA CAMERA DIBAWAH INI :

1000 D   HARGA SPESIAL Rp 2,5 Juta plus dapat ( 1 buah BG + 1 pcs Batre Cadangan)
MAAF  SUDAH LAKU HARI INI 23/09/2014 jam 11:00 WIB  1000D Plus BG
DUS LENGKAP KIT  Rp 3,7 Jt dan Batangan Rp 3,5 Jt
Barang seperti baru, SANGAT Mulus dan Terjamin !!

SALE !!  TERJUAL !!






INFO TERBARU  

KLIK LINK DIBAWAH UNTUK LIHAT LOMBA FOTO TERBARU !!
IKUTI DAPATKAN HADIAH JUTAAN RUPIAH !!

 Mau dapet kamera EOS M10, PowerShot SX540HS atau Printer Canon PIXMA G1000? Ayo ikutan Lomba Foto dengan tema “Kasih IBU Tiada Tara". Syarat dan ketentuan
- Lomba ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia dan tidak dipungut biaya.
- Foto yang dilombakan harus sesuai dengan tema “Kasih IBU Tiada Tara"
- Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 (satu) foto untuk dilombakan
- Foto dikirim melalui email ke ibu@datascrip.co.id - Batas akhir pengumpulan foto adalah 22 Januari 2017
- Foto dikirim dalam format JPEG, dengan ukuran sisi terpanjang min. 1000 piksel dan maks. 3000 piksel, dengan mencantumkan:
Judul Foto, Nama Fotografer, Nomor KTP/Kartu Pelajar, Alamat, dan No. HP.
- Foto yang dilombakan harus diambil dengan kamera digital. Penggunaan kamera ponsel atau drone tidak diperbolehkan.
- Pemenang Lomba harus dapat menyerahkan file foto asli kepada panitia untuk diverifikasi
- Panitia berhak mendiskualifikasi peserta atau pemenang yang dianggap melanggar ketentuan lomba tanpa perlu menyertakan alasan apapun
- Olah digital atas foto-foto yang dilombakan diperbolehkan sebatas pengaturan brightness, contrast, sharpness, saturation, monochrome, cropping dalam batas Wajar
- Pemenang lomba akan diumukan di akun media sosial Canon yang tercantum di bawah pada tanggal 14 Februari 2017
- Dewan Juri Terdiri Dari:
Merry Harun, Elyana Dasuki, Sandriani Permani, Monica Anantyowati, dan Sofi Sugiharto
- Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
#lombafoto
#CanonIndonesia
#IBU
Foto Lomba Fotografi Indonesia.



Kamis, 12 Juni 2014

bedanya dengan Nikon D5300 dan D3300

 

 

 

Nikon hadirkan DSLR pemula terbaru D3300, simak bedanya dengan Nikon D5300 disini

7 January 2014 3,499 views
Baru-baru ini Nikon mengumumkan kehadiran kamera DSLR entry level terbarunya yaitu D3300, atau kamera ke-empat di seri D3000 (mulai dari D3000, D3100, D3200 dan kini D3300). Kalau anda merasa siklus kamera baru terasa begitu cepat, anda tidak sendiri, kamipun merasakan betapa cepatnya kamera masa kini hadir dan menggantikan kamera sebelumnya yang juga belum lama hadir. Tapi kabar baiknya, setiap hadir kamera baru selalu diikuti oleh dua hal : peningkatan fitur, dan penurunan harga kamera sebelumnya..
nikon-d3300-front
Nikon D3300 tentu saja juga hadir dengan sederet peningkatan fitur, khususnya yang ditujukan untuk membantu pemula menghasilkan foto yang baik berupa guide mode dan antarmuka yang mudah dipahami. Fitur unggulan Nikon D3300 diantaranya :
  • sensor CMOS 24 MP tanpa low pass filter
  • lensa kit baru yang lebih kecil, AF-S DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR II
  • EXPEED 4, mampu menembak hingga 5 foto per detik
  • Easy Panorama Mode, Guide Mode baru, Effect Mode
  • Full 1080p HD video recording
nikon-d3300-grey
Nikon D3300 juga ada warna abu-abu yang keren.
Dengan meniadakan low pass filter di D3300 ini, foto resolusi tinggi nan tajam kini bisa dihasilkan oleh kamera yang kelasnya paling dasar sekalipun. Sebagai efek sampingnya kita tahu saat memotret pola garis yang rapat akan terjadi moire di hasil fotonya.
Lensa kit 18-55mm VR generasi kedua ini berjenis retractable (seperti antena radio) yang memendek saat posisi lock. Mirip seperti lensa kit di Nikon 1. Keuntungannya lensa ini jadi lebih kecil dan ringan, tapi kerugiannya kita harus memutar lensa ke angka 18mm (unlock) untuk mulai memotret.

Dibandingkan dengan Nikon D5300

Kondisinya bakal seru saat kita membandingkan spesifikasi antar dua kamera tingkat pemula Nikon yakni D3300 terhadap D5300. Kita tahu kalau D5300 juga kamera generasi ke empat di seri D5000 (yang dilanjutkan dengan D5100 dan D5200) tentu sudah matang juga dalam peningkatan fiturnya. Bagaimanapun Nikon harus cermat membuat diferensiasi keduanya kalau tidak ingin penjualan D5300 tergerus oleh si adik bungsunya. Kesamaan D3300 dan D5300 dalam hal desain bodi adalah dipakainya sistem monokok dalam desain casingnya (bahan plastiknya bercampur karbon fiber) sehingga lebih ringan namun kokoh. Kesamaan lain ada dalam hal tidak punya motor fokus di bodi, tanpa tombol langsung ke ISO/WB/AF dan belum bisa mentrigger flash eksternal.
Inilah bedanya Nikon D3300 dengan Nikon D5300 :
  • beda lensa kit (Nikon D5300 pakai 18-140mm VR)
  • layar LCD D5300 pakai sistem lipat
  • beda jumlah titik fokus (11 titik vs 39 titik)
  • 12 bit vs 14 bit RAW
  • beda modul metering (420 segmen vs 2.016 segmen)
  • di D3300 belum ada : HDR, WiFi, GPS, variable Active D-Lighting, bracketing
  • rekam audio mono (di D5300 audionya stereo)
Jadi, kamera Nikon D3300 yang hadir di awal tahun 2014 ini akan menjadi andalan Nikon di segmen pemula, lalu D5300 akan berada di kelas pemula atas. Keduanya jadi senjata untuk mengangkat profit Nikon yang terus tergerus oleh kamera mirrorless dan kamera ponsel cerdas. Konsumen di sisi lain tentu diuntungkan, spek D3300 yang begitu menggiurkan cukup ditebus seharga 6 jutaan, sesuatu yang 3 tahun lalu sulit untuk dijumpai.

Aksesori yang umum dipakai untuk video DSLR

Aksesori yang umum dipakai untuk video DSLR

18 January 2014 4,056 views
Mengapa banyak orang yang memilih kamera DSLR sebagai sarana untuk membuat video? Walau sifatnya mungkin sekedar bonus, fitur video di kamera DSLR tidak bisa dibilang ‘asal ada’ dan hasil videonya bukan ‘asal jadi’ melainkan dalam beberapa hal bisa mengalahkan camcorder khusus. Maka itu saat ini mulai banyak orang yang memanfaatkan kamera DSLR untuk membuat klip video baik pribadi maupun komersil, seperti dokumenter, musik, hingga film pendek. Bukan cuma karena praktis, tapi karena alasan teknis yang memang menjadi keunggulan kamera DSLR. Sebutlah misalnya ukuran sensor DSLR yang jauh lebih besar dari kamera rekam video, menjanjikan kualitas video yang oke, ruang tajam (DoF) yang tipis seperti film bioskop, dan gambarnya terlihat aman dari noise walau dipakai di tempat kurang cahaya. Belum lagi dukungan lensa yang beragam untuk segala kebutuhan skenario video seperti lensa lebar, lensa fix dan lensa tele.
Tapi fitur video di kamera DSLR bukanlah fitur utama, karena bagaimanapun kamera DSLR ditujukan untuk memotret. Maka itu desain bodinya tidak dirancang untuk stabil saat merekam video. Maka itu banyak dijual aksesori untuk memaksimalkan fungsi rekam video di kamera DSLR. Aksesori ini beragam fungsinya mulai dari membantu membuat video yang stabil, ada yang untuk membantu manual fokus, hingga membuat hasil video lebih baik lagi. Seperti apa saja aksesorinya, kita simak langsung yuk..

Aksesori Penstabil

Video yang terlihat bergoyang karena tangan kita tidak stabil saat merekam, akan terlihat tidak profesional. Maka itu banyak aksesori yang dibuat supaya kamera bisa tetap stabil saat digenggam. Aksesori ini lebih berguna bila posisi kita merekam adalah handheld seperti saat mengikuti subyek yang direkam, saat meliput dokumentasi perjalanan dan sebagainya.
lowdown-deluxe-rig
Aksesori penstabil umumnya berjenis rig yang digenggam, dan ada juga yang berupa shoulder rig. Prinsipnya, dengan meneruskan beban kamera ke bahu (atau ke dada) maka akan bisa didapat tingkat kestabilan yang lebih baik. Rig juga bisa digunakan sebagai tempat memasang aksesori lain.
DSLR shoulder mount rig
Ada juga aksesori wajib seperti halnya dalam dunia fotografi, yaitu tripod. Bedanya, tripod untuk video tidak cocok kalau berjenis ballhead, melainkan pan head /fluid head untuk kemudahan saat pan dan tilt.

Aksesori kamera yang bergerak

Merekam video sambil bergerak akan menimbulkan kesan dinamis dan ini lebih menarik daripada video statis misal dengan tripod. Hanya saja gerakan yang dilakukan dengan tangan mungkin akan terlihat tidak mulus, maka itu perlu ada alat yang membantu kamera bergerak dengan mulus dan bisa diatur arahnya.
konova-dslr-slider
Umumnya aksesori gerakan ini berjenis slider, ada juga yang berupa dolly track (seperti ada rel kereta) dan porta-jib. Slider biasanya memiliki roda (bisa gerak ke segala arah), walau ada juga yang memakai gigi yang diputar pada sebuah poros (hanya gerak kiri ke kanan). Ada juga aksesori gabungan penstabil dan juga untuk gerakan kamera seperti glide cam.

Aksesori untuk hasil video lebih profesional

Tanpa tambahan aksesori kita juga tetap bisa membuat klip video dengan DSLR. Namun untuk hasil yang terlihat lebih profesional seperti klip film atau klip musik, maka perlu ada aksesori lain yang mendukung. Misalnya :

Follow focus

Lensa kamera DSLR memiliki sistem auto fokus yang cepat. Ini tentu dibutuhkan saat memotret namun jadi tidak cocok bila untuk rekam video. Dalam video, transisi  fokus idealnya perlahan dan halus, maka lebih cocok mengatur fokus secara manual dengan memutar ring fokus di lensa. Aksesori follow focus terdiri dari sebuah knob yang kita putar, lalu knob ini akan terhubung dengan ring manual fokus di lensa sehingga membantu kita saat mengatur fokus manual.

Matte box

Terletak di depan lensa, matte box berguna untuk menahan sinar dari samping supaya mencegah flare. Matte box juga bisa sebagai tempat untuk memasang filter. Dalam pembuatan film bioskop, kamera yang harganya sangat mahal juga pakai matte box.

Monitor

Mengetahui dengan jelas apa yang sedang direkam tentu adalah sangat penting, misalnya ketajaman dan warna. Layar LCD yang kecil bisa jadi kurang akurat untuk memastikan itu semua, maka ada baiknya kamera juga dihubungkan dengan monitor LCD tambahan yang biasanya terhubung via kabel HDMI atau analog composite. Bila tetap ingin melihat LCD kamera, ada juga aksesori magnifier yang bisa memperbesar tampilan LCD kamera, sekaligus menjadikan LCD sebagai viewfinder elektronik.

Lampu LED

Di tempat kurang cahaya, kita perlu tambahan lampu. Aksesori lampu LED sudah sangat baik saat ini, dengan panel yang tersusun atas banyak lampu dan punya warna cukup netral (sekitar 5600 K) dan terang. Lampu LED ini biasanya dipasang di hot shoe atau di rig.

Mic dan headphone

Urusan suara bukan sesuatu yang bisa disepelekan saat merekam video. Bunyi lingkungan sekitar, dialog subyek atau musik yang sedang direkam harus terdengar enak di telinga. Walau kamera umumnya sudah menyediakan mic stereo terpadu, tapi ada baiknya kita memasang mic eksternal yang terhubung ke bodi kamera via port mic. Dengan begitu kita bisa menentukan jenis mic yang sesuai (omni, shotgun atau clip-on) dan juga kualitasnya akan lebih baik. Headphone diperlukan untuk mendengar apa yang sedang direkam, ini penting karena tanpanya kita hanya bisa menebak kira-kira suara yang nanti direkam akan seperti apa.
Shoulder rig dengan monitor dan follow focus
Shoulder rig dengan monitor dan follow focus
Rig lengkap
Shoulder rig plus matte box dan follow focus