Kamis, 29 September 2016

JUAL BELI KAMERA JAKARTA

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.

Sejarah Kameraan 

kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhada cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya.

Pada tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.

Komponen kamera

Sebuah kamera minimal terdiri atas:
  • Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
  • Sistem lensa
  • Pemantik potret (shutter)
  • Pemutar film

Sistem lensa

Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

Pemantik Potret

Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

Bagian lain

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
  1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
  2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
  3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
  4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya

Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

Kamera film

Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

Jenis film

Pembagian film berdasarkan ukuran:
  • Small format (35mm)
  • Medium format (100-120mm)
  • Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film harus menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
  • Film hitam putih
  • Film warna
  • Film positif
  • Film negatif
  • Film daylight
  • Film tungsten
  • Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

Kamera polaroid

Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

Kamera digital

Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja

Kamera single lens reflex

Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

Kamera instan

Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder

Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.

Kamera saku

Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.

Kamera TLR

Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

 



TIPS memilih kamera dslr

Memilih Merek Kamera SLR

 Dilihat dari merk kamera Canon, Nikon, Sony, Olympus untuk pemula sebenarnya adalah hampir sama saja. Cuma mungkin ada perbedaan dari harga dan kesulitan penggunaan lho. Canon dan Sony merupakan salah satu kamera DSLR yang bagus untuk pemula karena mudah dan sederhana saat dioperasikan. Sedangkan Nikon dan Olympus agak sedikit lebih rumit penggunaannya.

Budget vs Fitur Kamera SLR

Budget yang Anda miliki dapat menentukan keunggulan kamera yang didapatkan. Sebaiknya pikir lagi  dengan matang untuk membeli kamera DSLR, beli kamera yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan foto Anda sehingga akan dapat terasa fungsi dan kepuasan saat menggunakan kamera tersebut.

 

Resolusi dan ISO yang Besar

Sebaiknya pilih kamera yang memiliki resolusi yang tinggi dan ISO yang besar. Kamera dengan resolusi tinggi akan membuat kualitas gambar yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan ISO yang besar berguna untuk kamera menangkap cahaya lebih baik.

KAMERA DIGITAL 

Kamera DSLR untuk pemula. Berikut ini kami akan sajikan informasi dasar dari mode pengambilan gambar (shooting) dan cara terbaik mengunakannya. tiap merk kamera.NIKON dan CANON adalah yang umum dan populer di Indonesia.Adaperbedaan dalam pemilihan mode shooting,namun fungsi fungsi dasar yang penting biasanya sama saja tiap kamera, inilah diantaranya : 

  • FULL AUTOMATIC MODE
  • POTRAIT MODE
  • LANDSCAPE MODE
  • CLOSE UP MODE
  • SPORTS MODE
  • MANUAL MODE    
GIMANA CARA MENGUNAKAN KAMERA DSLR ?
APA itu DSLR

DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Mari kita ulas lebih lanjut,
Digital artinya kamera tersebut mengambil gambar TIDAK memakai Film. 
Single lens artinya mengunakan lensa tunggal(single) untuk melihat dan mengambil gambar. sedang kamera lain adalah Twin Lens Reflex(TLR), yang memungkinkan untuk melihat melalui lensa sebelah atas dan mengambil gambar melalui lensa kedua, yang terletak di bagian bawah.
Reflex artinya kamera memantulkan gambar(image) dari sebuah cermin,lalu ke cermin atau prisma kedua. Hal ini memungkinkan anda melihat objek yang diambil melalui lensa yang digunakan untuk mengambil gambar, artinya apa yang anda lihat adalah sama dengan image yang diambil oleh kamera. 

 

Referensi

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • Ascher, Steven; Pincus, Edward (2007). The Filmmaker's Handbook: A Comprehensive Guide for the Digital Age (ed. 3). New York, New York: Penguin Group. ISBN 978-0-452-28678-8.
  • Burian, Peter; Caputo, Robert (2003). National Geographic photography field guide (ed. 2). Washington, D.C.: National Geographic Society. ISBN 0-7922-5676-X.
  • Frizot, Michel. "Light machines: On the threshold of invention". In Michel Frizot. A New History of Photography. Koln, Germany: Konemann. ISBN 3-8290-1328-0.
  • Gernsheim, Helmut (1986). A Concise History of Photography (ed. 3). Mineola, New York: Dover Publications, Inc. ISBN 0-486-25128-4.
  • Gustavson, Todd (2009). Camera: a history of photography from daguerreotype to digital. New York, New York: Sterling Publishing Co., Inc. ISBN 978-1-4027-5656-6.
  • Hirsch, Robert (2000). Seizing the Light: A History of Photography. New York, New York: McGraw-Hill Companies, Inc. ISBN 0-697-14361-9.
  • Johnson, William S.; Rice, Mark; Williams, Carla (2005). In Therese Mulligan and David Wooters. A History of Photography. Los Angeles, California: Taschen America. ISBN 978-3-8228-4777-0.
  • London, Barbara; Upton, John; Kobré, Kenneth; Brill, Betsy (2002). Photography (ed. 7). Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall. ISBN 0-13-028271-5.
  • Wenczel, Norma (2007). Part I - Introducing an Instrument. In Wolfgang Lefèvre. "The Optical Camera Obscura II Images and Texts". Inside the Camera Obscura – Optics and Art under the Spell of the Projected Image (Max Planck Institute for the History of Science). hlm. 13–30. Diarsipkan dari aslinya tanggal 2 April 2012.
  • Young, Hugh D.; Freedman, Roger A.; Ford, A. Lewis (2008). Sears and Zemansky's University Physics (ed. 12). San Francisco, California: Pearson Addison-Wesley. ISBN 0-321-50147-0.
Semoga banyak bermanfaat bagi rekan yang mencari dan membutuhkan. salam Joe !!
Mirrorless Camera, Canon Slr, Samsung Nx, Digital Dslr, Dslr Cameras, Camera Nikon, Lumix Digital, Kamera Nikon, camera olympus ,camera digital olympus ,olympus dslr camera, digital camera olympus ,olympus camera digital, olympus pocket camera, harga kamera terbaru,kamera digital terbaru, kamera dslr terbaru, kamera terbaru Nikon, kamera digital nikon terbaru, kamera pocket canon, camera pocket canon ,canon camera pocket

kamera canon pocket ,pocket camera canon ,camera canon pocket, kamera nikon 1, harga kamera digital canon dibawah 1 juta ,nikon 1 kamera ,kamera 1 ,harga kamera digital murah dibawah 1 juta ,kamera digital murah dibawah 1 juta ,kamera dslr dibawah 1 juta ,kamera digital harga 1 jutaan ,harga kamera canon dibawah 1 jut,,camera service center ,nikon camera service ,service camera, digital camera service, camera lens service, fotokamera ,fuji x pro1,kamera kaufen ,olympus kamera ,digitalkamera ,digitalkamera kaufen ,neue digitalkameras ,günstige digitalkamera, digitalkamera günstig ,digitalkamera mit wechselobjektiv ,billige digitalkamera ,vergleich digitalkamera ,kompakte digitalkamera ,digitalkamera hd , digitalkamera angebote , nikon digitalkamera ,spiegelreflex digitalkamera ,digitalkamera shop ,digitalkamera kompakt, digitalkamera online kaufen, digitalkamera billig,hd digitalkamera ,digitalkamera onlineshop ,digitalkamera oder spiegelreflex ,foto digitalkamera ,canon digitalkamera ,digitalkamera preisvergleich ,digitalkamera online,digitalkamera zubehör,kamera shop ,canon l series, photo search engine ,photography websites ,image search engine ,picture search engine ,search pictures ,picture search


 

 

Senin, 07 Maret 2016

GoPro Stop Produksi Beberapa Kamera Aksi


Efisiensi, GoPro Stop Produksi Beberapa Kamera Aksi  


Amerika Serikat - Merek kamera aksi GoPro mengumumkan informasi rencana penghentian produksi beberapa produk mereka. Penghentian produksi ini terpaksa dilakukan berkenaan dengan pendapatan perusahaan pada kuartal terakhir 2015 yang tidak mencapai target.

Keputusan drastis yang dipilih GoPro untuk memperbaiki kondisi perusahaan adalah menghentikan produksi setengah produk mereka yang selama ini dipasarkan. Penghentian produksi ini akan dilakukan mulai April 2016, seperti dilansir Slashgear.com, Jumat, 5 Februari 2016.

Perusahaan tengah mengecilkan biaya produksi dengan mengurangi jumlah produk yang dibuat. Terhitung April, GoPro hanya akan memproduksi dan menjual Hero $ Black, Hero 4 Silver, dan Hero 4 Session. Sedangkan sisa produk lain tidak akan diproduksi kembali.

Ketiga produk ini akan dijual seharga US$ 500 atau sekitar Rp 6,7 juta untuk Hero 4 Black, US$ 400 atau sekitar Rp 5,4 juta untuk Hero 4 Silver, serta US$ 200 atau sekitar Rp 2,7 juta untuk Hero 4 Session.

Produk-produk GoPro selain ketiga produk tersebut masih tersedia dan dapat dibeli di berbagai toko ataupun situs resmi GoPro selama persediaan masih ada.

Meski mengumumkan rencana penghentian produksinya, GoPro juga tetap memiliki rencana produk baru ke depannya. GoPro tetap akan meluncurkan Hero 5 pada 2016 serta drone atau pesawat nirawak buatan perusahaan dengan nama Karma.
dikutip dari : TEMPO.CO

JUAL BELI KAMERA 

HUB WHATSHAP 087775678212

Senin, 08 Februari 2016

Kamera Tertipis di Dunia

Teknologi memang sudah semakin canggih dari tahun ke tahun, hal tersebut bisa dilihat dari makin banyaknya alat elektronik yang enciptakan produk-produk terbarunya, mulai dari smartphone, pc slim, atau bahkan kamera yang sekarang ini bisa dilakukan di dalam air. Namun, ada satu kamera yang mungkin terlihat sangat unik karena super tipis dan ringan layaknya kertas kardus.
Namanya terdengar agak aneh, yakni “Paper Like a Digital Camera”, atau bisa diartikan “Kertas Berbentuk Kamera Digital.” Produk ini memang sangatlah ringan karena hanya memiliki ketebalan sekitar 6mm saja.
Paper Like a Digital Camera (Amanz)

Paper Like a Digital Camera (Amanz)

Mungkin saja kamera ini bisa diklaim sebagai kamera tertipis di dunia. Dilansir dariNextren, Senin (25/1/2016), kamera unik ini hanya memiliki berat 43 gram saja dan panjang sekitar 6,8 cm, berisikan komponen-komponen kamera berukuran kecil yang dijepit di sepanjang kertasnya. Meski begitu, kamera ini tetap berfungsi layaknya kamera biasa.
Kamera ini mampu mengambil foto, bahkan merekam video. Untuk resolusinya, Paper Like a Digital Camera ini memiliki 1280×1024 dengan kapasitas 1,3 Mega pixel, sedangkan videonya berformat 720×480 30 FPS dan audionya berformat MP3. Hasil rekaman dari foto ataupun video pun bisa disimpan dalam micro SD. Selain itu, terdapat juga konektro USB untuk menggubungkannya ke laptop ataupun PC. Untuk hasil fotonya, bisa kamu lihat di bawah ini.

Hasil foto Paper Like a Digital Camera (Peta Pixel)Seperti yang bisa kamu lihat, hasilnya memang tidak sebagus kamera ponsel saat ini. Namun hasilnya bisa dibilang lumayan untuk sekadar iseng.

Mengenai harga, Paper Like a Digital Camera dipasarkan seharga 3.299 Yen atau sekitar Rp 400 ribu lewat sebuah situs e-commerce Jepang. Kamera ini tampaknya cukup diminati konsumen karena sempat terjual habis.
Bagaimana menurut kamu? Berminat memiliki kamera super tipis ini? (tom)
sumber :jadiberita.com

Bos Datascrip Optimistis Kamera Digital Masih Tak Tergantikan

Bos Datascrip Optimistis Kamera Digital Masih Tak TergantikanBANDUNG - Kecanggihan teknologi kamera ponsel semakin maju. Tapi kondisi ini tidak lantas mampu menggusur keberadaan kamera digital dalam dunia fotografi. Optimisme ini diyakini Canon Division Director PT Datascrip, Merry Harun.

"Secanggih apapun kamera ponsel, tetap tidak bisa menandingi kualitas kamera digital," jelasnya usai membuka Canon Image Square di Bandung, Selasa (15/12/2015).

Merry menjabarkan, untuk perbandingan dengan spesifikasi yang sama antara kamera ponsel  dan kamera digital, besarnya resolusi tidak menjadi satu-satunya patokan untuk mendapatkan hasil gambar terbaik. Kualitas pengambilan gambar dalam kondisi low light antara kamera ponsel dengan kamera digital akan jelas berbeda.

"Biar bagaimana pun image processing itu tetap menjadi hal penting dalan menghasilkan gambar berkualitas," katanya.

Meskipun begitu, Merry mengakui perubahan karakteristik pasar justru menggeser keberadaan kamera compact. "Untuk pengguna entry level, mereka banyak yang beralih ke ponsel. Tapi pengguna yang mengedepankan kualitas gambar, itu yang kita bidik," ujarnya.

Perusahaan mencatatkan di tahun ini penjualan kamera compact mencapai sebanyak kurang dari 500.000 unit. Melihat kondisi ini PT Datascrip sebagai distributor resmi Canon, menargetkan jumlah yang lebih rendah pada 2016 untuk penjualan kamera compact.

"Tahun depan kamera compact kami targetkan sekitar 400 sampai 300.000 unit," ucapnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan target penjualan kamera SLR, dimana tahun ini perusahaan menargetkan penjualan 200.000 unit dan di tahun depan justru meningkat 10%, menjadi 220.000 unit.

Merry menjelaskan, pada dasarnya pengguna yang membutuhkan kualitas gambar mumpuni serta penggunaan foto sebagai dokumentasi, akan selalu ada. "Itu merupakan pasar potensial menjual kamera digital dan bersaing dengan kamera ponsel," pungkasnya.
.sindonews.com

Inilah Perbedaan Kamera DSLR dan Mirrorless


JAKARTA - Kamera DSLR dan mirrorless, memiliki fungsi yang serupa yakni untuk menghasilkan pengambilan gambar secara apik. Namun buat pendatang baru di dunia fotografer ada beberapa hal yang dapat dijadikan pegangan, untuk membedakan diantara keduanya. 

Kelemahan DSLR pertama adalah sebagai kamera yang aslinya dirancang untuk dipakai dengan film. Saat teknologi digital merambah ke dunia fotografi, digital mendapat perlakuan yang sama seperti segulung film. 

Bahkan, secara mekanis ditempatkan di bodi yang sama, jadi hanya meneruskan kebiasaan lama dari masa teknologi film. Makanya, bentuk kamera DSLR tetap besar dan berat karena cermin di dalam kamera DSLR ukurannya harus sama dengan ukuran sensornya. Jadi makin besar sensor yang dipakai, makin besar pula cermin yang dibutuhkan. 

Kemudian pentaprisma yang dipakai untuk mengubah sinar vertikal ke sinar horisontal, pada viewfinder ukurannya juga sama dengan ukuran sensor, membuat bagian atas DSLR tampak besar.

Fotografer senior, Arbain Rambey mengatakan, dengan menghilangkan bagian cermin dan pentaprisma dari sebuah kamera, maka dinamai kamera Mirror-less. Produsen kamera, seperti Olympus, Sony, Panasonic, Canon mulai menyadari bahwa sistemmirrorless adalah jawaban untuk kamera masa depan. Bodinya ringkas, lebih kecil, kemampuannya luar biasa. 

“Mirror-less adalah masa kini, cermin di DSLR adalah warisan zaman film yang sudah usang. Adanya cermin, membatasi kecepatan pemotretan hanya maksimal 14 frame per detik,” ungkap Arbain.

Diantara sederet produsen kamera yang konsisten dan pioneer dalam mengembangkan kamera mirrorless, adalah Olympus. Brand ini memiliki teknologi yang dibangun khusus untuk digital photography dan tanpa crop factor dengan varian lebih banyak, baik kamera maupun lensa pendukungnya.

“Kami memiliki 2 tipe kamera mirrorless. Salah satunya adalah seri OM-D, dimana sasaran utama penggunanya adalah dari penggemar foto antusias sampai profesional. Saat ini kami memiliki E-M1, E-M5 Mark II dan E-M10. Tipe lainnya adalah seri PEN, dan salah satu konsep utamanya adalah lifestyle camera, kami memiliki E-P5, E-PL7 dan E-PL6," papar Manager Imaging Business Division, Southeast Asia and Oceania, Olympus Corporation of Asia Pasific Limited, Shinobu Ikuta.

Selain itu, Olympus juga memiliki berbagai lensa dengan kategori PRO, PREMIUM dan Standard. Untuk lensa PRO, baru-baru ini dihadirkan lensa ED 7-14mm f2.8 PRO dan ED 8mm f1.8 fisheye PRO di pasar ini. 

Dan Lensa PRO yang ada adalah ED 8mm f1.8 fisheye PRO, ED 7-14 mm f2.8 PRO, ED-12-40 mm f2.8 PRO dan ED-40-150mm f2.8 PRO. Juga lensa Premium, yaitu ED 75mm f1.8, ED 45mm f1.8, ED 25mm f1.8, ED 17mm f1.8 dan ED 12mm f2.0. 

"Kami sangat serius dalam mengembangkan teknologi mirrorless, karena Olympus selalu menyediakan teknologi terbaru untuk pasar," pungkas Ikuta.

Kamera Digital Leica X-U Bisa Diajak Menyelam

Kamera Digital Leica X U Bisa Diajak Menyelam

WETZLAR - Bagi pecinta fotografi, siapa yang tak kenal dengan kamera merek Leica. Merek yang terkenal dengan kualitasnya yang bagus dan harganya yang mahal ini meluncurkan Leica X-U, kamera digital yang bisa digunakan dalam air.

Seperti dilansir dari The Verge‎, Kamis (21/1/2016), kamera ini mampu bertahan dalam air hingga 15 meter di bawah permukaan air. Selain itu kamera ini juga bisa digunakan dalam kondisi ekstrem, karena dilengkapi dengan fitur shock resistant, shatter proof serta mempunyai ketahanan terhadap debu.

Tak perlu khawatir, bila Anda beraktifitas outdor bahkan dalam kondisi hujan sekalipun. Untuk sensornya kamera ini menggunakan APS-C 16.5MP dikawinkan dengan lensa Leica Summilux 23mm/f.7. Leica X-U bisa digunakan hampir di segala kondisi walaupun dalam kondisi minim pencahayaan.

Seperti kamera sekarang, Leica X-U ini tidak mempunyai viewfinder. Bila ingin membidik objek foto bisa menggunakan LCD 3 inci yang ada pada bagian belakang kamera. Selain untuk foto, juga bisa merekam video Full HD pada kecepatan 30 fps.

Body kamera dilapisi dengan material anti slip. Layar LCD mempunyai lapisan pelindung, sementara itu tombol shutter terintegrasi dengan body kamera. Pada slot baterai dan memory card dilindungi dengan sistem double locking.

Sudah pasti kalau berbicara masalah harga jangan kaget, Leica X-U yang rencanannya akan dipasarkan akhir Januari ini dibanderol dengan harga USD 2.950 atau sekitar Rp41 juta.
Dony lesmana/sindo


 
pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less

pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less, pusat service camera digital, poket, camdig, dslr, lensa, handycam harga bagus bergaransi jakarta, pusat jual beli camera digital second, bekas, service handycam ditunggu, service camera digital bisa ditunggu di jakarta, eror, CF, CHA, Memory card lock memory cannot be used, tidak baca memori, eror 55, eror99, eror 01, eror10, eror 20, eror30, shuter eror, no card, ganti flexi, ganti LCD, ganti battre, mati total, ganti head, Cleaning lensa, cleaning sensor, servis camera pasar baru jakarta, ganti mainboard DSLR, kamera jadul, kamera analog, kameralama, canon L series, lensa Nikon, lensacarzeiss, kameracarzeiss, miror less

Kamis, 16 Oktober 2014

belajar fotografi mudah dan simple tertarik yuk..simak..!!

teknik memotret agar tampak mahir bukan amatir...



menggunakan REFLEKTOR

Tips Fotografi - Penggunaan reflektor bisa sangat membantu ketika memotret diluar ruangan dengan kondisi cahaya yang sangat terang, dan tentunya bisa memandu Sobat untuk memastikan bahwa foto kalian terekspose dengan benar.


Tantangan paling besar ketika memotret Portrait diluar ruangan adalah bagaimana memastikan wajah subyek mendapatkan cukup cahaya. Anda seringkali akan mendapati bayangan kuat pada area-area wajah yang tidak terkena cahaya secara langsung, seperti bayangan yang menghilangkan beberapa tekstur serta fitur wajah karena terlalu gelap. Biasanya berada pada sisi bagian bawah wajah (dagu, hidung dan lain-lain).

Penggunaan reflektor akan membantu dalam hal ini. Reflektor akan memantulkan cahaya alami ke area wajah yang gelap dikarenakan bayangan, dan penempatan reflektor yang baik biasanya berada dibawah wajah subyek sehingga akan memantulkan cahaya keatas ke area wajah yang hitam terkena bayangan.

Tempat yang tepat untuk menggunakan reflektor adalah diluar ruangan dan jangan menggunakannya ketika memotret indoor, kecuali jika Sobat memotret di dekat jendela yang lebar, dan menggunakan reflektor tersebut untuk memantulkan cahaya yang masuk melalui jendela. Reflektor tidak cukup bagus jika dikombinasikna dengan flash didalam ruangan, karena flash tidak selalu digunakan dengan kekuatan penuh.

Reflektor pada umumnya memiliki Dua warna, perak dan Emas. Setiap warna memberikan nuansa warna yang berbeda. Perak atau Silver memberikan pantulan cahaya yang terang dan lebih putih, sedangkan warna Gold atau Emas menawarkan warna yang lebih hangat dan halus.

Reflektor bisa ditemukan dengan berbagai bentuk serta ukuran, bahkan banyak reflektor yang bisa dilipat sampai berukuran kecil sehingga mudah dalam mobilitas. Jika Sobat masih belum mampu untuk membeli reflektor, cobalah untuk menggunakan styrofoam yang lebar. Penggunaan reflektor dengan efektif akan membutuhkan sedikit latihan tetapi seperti pada semua aspek fotografi bahwa eksperimen merupakan salah satu kunci keberhasilan. Cobalah dengan benar dan rasakan perbedaan dalam hasil foto kalian.

Cahaya Dan Fotografi

Belajar Fotografi - Cahaya merupakan elemen yang paling penting dan sangat diperlukan dalam fotografi. Cahaya yang tepat akan memberikan 'soul' pada foto-foto Sobat, sedangkan jika salah dalam mengatur pencahayaan, bisa dipastikan akan menghancurkan hasil foto kalian. Fotografer pemula sering kali hanya terfokus pada subyek serta komposisi untuk menghasilkan foto yang bagus, padahal jika mereka sadar apa yang bisa dilakukan oleh cahaya maka foto-foto tersebut bisa mengalami peningkatan secara kualitas. Beberapa pendapat menyatakan bahwa untuk menilai kualitas sebuah hasil foto adalah dengan melihat bagaimana cahaya digunakan untuk menghasilkan foto tersebut.
Nirvana's not an emptiness...:)))  much better in original size (press L)



Untuk Melihat cahaya serta dampaknya terhadap frame kalian, setidaknya sobat harus melihat dan menilainya pada frame yang ada di viewvinder atau LCD kamera. Sobat harus melihat bagaimana cahaya berinteraksi dengan elemen-elemen yang ada di dalam frame. Apakah cahaya membuat subyek mudah dilihat, atau malah mengaburkannya? Apakah cahaya membuat pemandangan menjadi datar? Apakah cahaya yang datang terlalu keras dan cenderung tidak menarik? Apakah menurut sobat subyek akan tampak lebih bagus dengan sumber cahaya lain? Apakah cahaya tersebut lembut dan tersebar? atau apakah cerah serta intens? Apakah cahaya memiliki karakter hangat keemasan, atau bahkan mungkin memiliki warna yang tidak kalian inginkan?

Gunakan LCD pada kamera kalian (jika punya) untuk melihat apa dampak cahaya pada gambar yang akan diambil oleh kamera. Ketika Sobat tidak mendapatkan cahaya yang bagus, pertimbangkan cara lain yang bisa memperbaiki hasil foto kalian, atau jika tidak cari waktu lain untuk kembali memotretnya. Lebih banyak Sobat mencoba memanfaatkan cahaya, maka lebih baik pula foto yang kalian hasilkan.

 

CAHAYA BAGUS = Foto yang lebih baik

Fotografi digital adalah tentang menangkap cahaya pada sensor gambar, lebih bagus cahaya maka potensi foto bagus akan semakin besar. Kualitas cahaya itu sendiri sangat beragam dari ketika matahari terbit di pagi hari sampai terbenam di sore hari. Awan yang bergerak cepat juga bisa merubah kualitas cahaya dari detik ke detik.


Green Bridge
Menikmati setiap jepretan pada subyek dengan berbagai karakter cahaya dan kemudidan melihat hasilnya adalah cara terbaik untuk mempelajari cahaya mana yang tepat bagi subyek foto kalian. Seperti yang kita ketahui semuanya bahwa salah satu keuntungan fotografi digital adalah kemudahan untuk me-review ulang foto-foto kita tanpa biaya tambahan dan pemrosesan, dan sobat bisa dengan mudah membandingkan hasil foto tersebut di LCD atau komputer. Satu hal yang patut diingat adalah cahaya bagus tidaklah konstan, terkadang Sobat harus menunggu momen yang pas untuk menghasilkan foto yang sempurna, atau kalian bisa saja kembali ketempat yang sama untuk memotret sebuah subyek, dikarenakan cahaya kurang bagus ketika pertama kali memotret di tempat tersebut.

 

Memotret saat Sinar Matahari bersinar terang

Cahaya langsung yang berasal dari matahari bisa membuat sebuah foto tampak sempurna atau bisa jadi terasa mengerikan ketika menerangi subyek foto kalian. Memotret dengan kondisi cahaya matahari yang terang sebagai sumber cahaya utama merupakan sebuah tantangan yang besar, mengingat cahaya matahari cenderung kuat. Bisa dipastikan karakter cahaya seperti ini akan menghasilkan foto yang buruk pada subyek apapun. Sinar matahari di siang hari bisa mencitakan kontras yang kuat dengan highlight yang sangat terang serta bayangan gelap. Satu kunci untuk memahami cahaya matahari disiang hari adalah dengan mengerti pentingnya bayangan. Bayangan di tempat yang tepat bisa menciptakan sebuah pemandangan yang kuat dan dramatis. Bayangan yang berada di tempat salah bisa mengakibatkan sebuah subyek atraktif menjadi jelek meskipun dengan komposisi terbaik sekalipun.
Aspek kunci dari sinar matahari siang hari adalah mereka memiliki arah yang sangat kuat. Hal ini berarti bahwa hanya dengan merubah sedikit saja posisi kamera akan memberikan cahaya baru, karena cahaya menerangi subyek dari angle berbeda berkaitan dengan posisi kamera. Dalam beberapa kasus hal tersebut cukup untuk merubah pencahayaan buruk menjadi bagus.

 

Memotretlah di tempat teduh untuk cahaya lebih lembut

Salah satu cara ketika berhadapan dengan cahaya matahari yang kuat di siang hari serta bayangan jelek adalah dengan mencari naungan bagi subyek foto kalian. naungan tersebut merupakan cahaya terbuka tanpa kontras dari cahaya matahari, dan ini berarti cahaya tidak menyebabkan bayangan yang jelas serta highlight. Arah cahaya akan membuah subyek foto Sobat menjadi terlihat lebih tiga dimensi.

Naungan atau tempat teduh ini biasanya berlaku khususnya bagi orang dan bunga. Sobat bisa dengan sengaja mencari subyek-subyek potret yang berada di bawah naungan teduh atau juga bisa menempatkan mereka di bawah naungan, atau jika memungkinan, Sobat bisa menaungi subyek itu sendiri. Mintalah orang lain berdiri untuk menghalangi sinar matahari, bisa juga sobat menggunakan jaket dan kursi untuk menciptakan naungan. Cobalah bereksperimen untuk membuat naungan bagi subyek foto kalian ketika memotret di siang hari yang cerah.

Pastikan Sobat mengatur white balance ke mode 'shade' pada kondisi seperti ini. 'Shade' mengandung banyak sekali unsur cahaya biru yang berasal dari langit, dimana kamera sering kali menonjolkan warna ini. Pengaturan white balance ini menghilangkan cahaya biru tersebut, dan pengaturan white balance 'Auto' seringkali tidak konsisten di tempat teduh.

 

Manfaatkan GOLDEN HOUR

Golden hour merupakan waktu ajaib ketika matahari ada di posisi rendah dekat dengan horizon dan memberikan cahaya yang memiliki karakter warna keemasan, hangat, tetapi hanya akan ada selama Satu jam atau kurang sebelum matahari terbenam. Meskipun sunrise dan sunset menawarkan karakter cahaya seperti ini, biasanya sunset atau matahari tenggelam lebih menawarkan cahaya yang lebih hangat serta mempesona.
Evening

Cahaya seperti ini merupakan cahaya klasik bagi para fotografer profesional yang bekerja di National Geographic atau para sinematografer di perfilman. Cahaya ini akan tampak bagus di hampir semua angle, tetapi cahaya yang kaya warna dan tonal terbaik seringkali datang ketika cahaya berada di samping atau menerangi subyek dari depan. Cahaya siang hari yang menerangi bagian depan pasti akan membuat subyek foto tidak menarik, sangat bertolak belakang dengan saat matahari hampir tenggelam

 

Kendalikan cahaya menggunakan REFLEKTOR

Salah satu aksesoris fotografi yang sangat membantu dan jauh dari kata mahal adalah reflektor. Sobat bisa menggunakan baik itu yang bewarna putih, atau putih abu-abu untuk memantulkan cahaya natural lembut ke permukaan subyek foto kalian. Reflektor bisa beralih fungsi untuk menghalangi cahaya, dan membuat naungan yang efektif untuk mengurangi intensitas cahaya serta kontras tinggi yang berasal dari cahaya langsung siang hari. Reflektor portable yang diperuntukan bagi aktifitas fotografi biasanya bisa dilipat sampai dengan sepertiga bagian dari ukuran maksimal ketika terbuka penuh. Reflektor biasanya ada dua sisi, satu sisi bewarna putih dan lainnya bisa bewarna perak, emas atau perunggu
Reflektor digunakan terutama untuk menambahkan cahaya ke wajah subyek pada fotografi portrait. Sobat selain untuk menambah bayangan bisa juga menggunakan reflektor untuk menambahkan tone warna yang hangat dengan menggunakan sisi warna emas. Reflektor dengan warna perak bisa digunakan pada subyek yang backlit dengan memantulkan lebih banyak cahaya ke dalam bayangan guna mengangkat lebih banyak detail subyek. Reflektor juga bisa digunakan bersama dengan flash serta cahaya yang lain.

 

FILL FLASH pada bayangan kasar

Cahaya terang matahari bisa menyebabkan cahaya kasar pada wajah, dengan bayangan gelap disekitar mata atau pinggiran topi. Satu solusi bisa dilakukan ketika menghadapi kondisi subyek yang seperti itu. Kamera digital saat ini memudahkan kalian untuk memaksa flash digunakan untuk mengisi bayangan kasar tersebut. Beberapa kamera bahkan memiliki fitur pengaturan "fill flash", tetapi yang harus sobat lakukan adalah menyalakan saat memotret, dan cahaya flash akan menerangi bayangan gelap tersebut serta mengangkat detail subyek lebih banyak lagi.

Teknik fotografi ini hanya berlaku pada subyek yang berada cukup dekat dengan kalian, meskipun itu juga tergantung dari berapa kuat cahaya flash yang dimiliki oleh kamera. Fill flash biasanya bekerja dengan baik pada jarak kurang dari 8 sampai 10 kaki. Fotografer profesional sering kali menggunakan aksesoris flash untuk menambah kekuatan flash untuk jarak yang lebih jauh. Fill flash membatasi penggunaan shutter speed.

 

Rubah arah cahaya dengan melepas flash dari kamera

Flash pada kamera juga memiliki keterbatasan, dan cenderung menghasilkan cahaya yang datar dengan bayangan dibelakang subyek, serta seringkali menghasilkan 'red-eye' pada subyek foto kalian. Sobat bisa menghindari masalah-masalah tersebut dengan melepas flash tersebut dari kamera kalian. Untuk DSLr ini berarti sobat harus menggunakan aksesoris flash tambahan seperti extention cable atau bisa juga menggunakan wireless.

Sobat tidak perlu meletakkan flash jauh dari kemera agar menghasilkan foto yangbagus, pegang flash dengan satu tangan di samping dan arahkan pada subyek, maka bayangan yang dihasilkan akan lebih atraktif dibandingkan cahaya flash dari depan. Sobat bisa juga mengarahkan flash pada tembok putih atau sebuah reflektor untuk membuat cahaya dari samping yang lebih soft.

 

Gunakan BOUNCE FLASH untuk pencahayaan di dalam ruangan

Cara lain untuk membuat cahaya lebih atraktif dari sebuah flash adalah dengan memantulkan cahaya tersebut ke dinding, atap, atau reflektor. Dengan memantulkan cahaya tersebut maka berarti cahaya akan tersebar, lebih lembut dan lebih tampak alami atau natural. Sobat membutuhkan sebuah flash yang bisa diarahkan ke dinding atau atap, sudah banyak beredar di pasaran flash yang bisa dirubah arah cahayanya, atau jika tidak Sobat bisa memengang flash tersebut seperti cara yang sudah disampaikan diatas.

Bounce Flash menyerap cahaya yang berasal dari flash. Sobat memerlukan flash yang lebih kuat ketika berada di ruangan yang memiliki atap tinggi dan jauh dari flash. Berhati-hatilah agar sobat tidak berada terlalu dekat ketika memotret subyek dengan bounce flash ke langit-langit ruangan, atau SObat akan mendapati bayangan gelap di bawah mata subyek. Perhatikan juga warna dinding atau langit-langit, jika sobat memantulkan pada permukaan yang bewarna maka warna tersebut akan muncul juga di subyek kalian. Mungkin akan terlihat bagus pada dinding yang bewarna hangat, tetapi pasti akan terlihat mengerikan jika dinding tersebut bewarna hijau.

Sumber http://www.infotografi.com/2013/12/membangun-studio-fotografi-sederhana.html



TIPS MEMOTRET MODEL
ANGLE & POSE

Tips Fotografi - Beberapa artikel InFotografi yang lalu membahas tentang perangkat apa saja yang Sobat butuhkan untuk membangun sebuah studio fotografi sederhana. Nah, setelah Sobat telah men-setting semua kebutuhan serta kamera, maka kalian siap untuk memulai memotret. Mungkin Sobat akan mulai merasakan tantangan terbesar saat memotret model, bukan pada masalah teknis, melainkan karena mau tidak mau Sobat harus mengatur pose model kalian.
Alexi "Studio" Setup Shot
Photo: Dendy
Bagi banyak fotografer ketika menghadapi hal ini sedikit banyak akan merasa lebih tertarik memotret landscape daripada berhadapan dengan model yang notabene adalah saudara, teman atau non-profesional model lainnya, kenapa? Yah.. karena kalian harus memberikan instruksi bagaimana mereka harus berpose. 


Kali ini InFotografi akan memberikan beberapa tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama kalian sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sobat sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.

Hal yang terpenting bukan saja bagaimana pose model kalian. Sobat juga perlu mempertimbangkan angle kalian sendiri, ketinggian kamera saat memotret tentu memberikan dampak tersendiri bagi hasil akhir foto kalian bukan? Berikut ini adalah Tiga angle yang bisa kalian gunakan dan hasil foto akhirnya:

Photo: N-Photo

1. Angle Tinggi
Posisi kamera yang sedikit lebih tinggi dari model/subyek seringkali bisa memberikan hasil yang lebih menarik. Pada umumnya akan membuat wajah model lebih kurus. Perhatikan bahwa bagian leher dan rahang terlihat lebih jelas, jangan memposisikan kamera terlalu tinggi, karena posisi tersebut akan sedikit terlihat aneh.

2. Angle Sejajar (Eye Level)
Angle Eye level dengan pencahayaan yang tepat bisa digunakan pada banyak kondisi. Perhatikan bahwa ketinggian kamera akan berdampak pada bagaimana hasil foto portrait kalian. Layar LCD kamera kalian memiliki peran penting untuk membantu kalian mereview kembali hasil akhir foto. Jika tinggi badan Sobat lebih rendah dari model, maka gunakan kotak atau tangga kecil untuk mencapai ketinggian yang pas.

3. Angle Rendah
Prinsip angle rendah pada umumnya adalah: semakin rendah angle yang kalian gunakan maka akan berkurang juga daya tarik foto portrait kalian. Angle ini tidak membuat subyek kalian semakin ramping! Angle ini sering digunakan untuk foto-foto coorporate, dimana para pemimpin atau direktur perusahaan tersebut bisa mendapatkan kesan besar dan berkuasa.

Berikut ini adalah Tiga pose klasik yang mampu memberikan hasil yang menarik

 

Pose Wanita


Pose pertama dimana subyek hanya berdiri 'biasa' tidak akan menghasilkan foto portrait yang menarik. Mintalah mereka sedikit menggeser separuh badan mereka ke belakang sehingga menampilkan tiga perempat badan mereka. Pose tersebut akan jauh lebih menarik. Menambahkan bagian tangan ke dalam frame juga bisa menjadi komposisi yang menarik. Tetapi ingat! Tangan jangan terlalu dominan, ukuran tangan bisa hampir sama dengan wajah, sehingga berpotensi sebagai distraction.

Pose Pria

 Photo: N-Photo

Sama halnya seperti pose wanita diatas, pose dengan hanya berdiri tidak akan berhasil menyajikan daya tarik. Minta model pria kalian untuk memindahkan kaki satu langkah kedepan dan juga berat badan sedikit condong ke depan. Pose ini selbih memberikan nuansa dominan serta maskulin. Selipkan satu tangan ke dalam saku celana dan kalian akan mendapatkan pose yang lebih menarik. 

Pose Berpasangan

  Photo: N-Photo

Pose pasangan akan relatif lebih rumit dibandingkan Dua pose diatas, Sobat diharuskan memberikan beberapa pendekatan berdasarkan pada ukuran serta bentuk subyek kalian. Prinsip dasarnya adalah kedua pose diatas masih bisa berlaku di pose couple ini. Foto sejajar bersebelahan dan menghadap kamera tidak akan memberikan foto yang menarik, dan dilain sisi foto yang menunjukkan tiga perempat badan bakal jauh lebih menarik. Lakukan ujicoba dengan bagaimana mata berinteraksi. Mata yang saling memandang bisa memberikan hasil foto yang bagus.

Selamat mencoba!

Sumber http://www.infotografi.com/2013/12/membangun-studio-fotografi-sederhana.html